Just Telling You About Happiness


Sedikit sunggingkan bibirmu, rata kiri kanan tentunya
Sembari kau sipitkan matamu, sedikiit saja....

Lupakan perihal ketulusan, 
Karena tak butuh alasan sempurna tuk bisa jadi senyuman

Kau bilang uangmu segudang, tapi kau masih beralasan tak cukup tuk beli baju baru
Kau bilang cinta sudah penuhi dan warnai harimu, tapi kau terus mengeluh 
Kau bilang berprestasi adalah dirimu sejati, tapi kau masih tak percaya diri
Kau bilang bahagia orang lain adalah bahagiamu, tapi kau masih bicara dibelakang

Ku tanya apakah kau bahagia? Lalu ku tanya lagi, bagaimana bahagimu?
Kau kelabakan dan mulai menderu mendefinisikan arti bahagiamu. 
Sayang, bahagiamu masih berujung "tapi, jika dan andai"
Bahagia itu harusnya ringan, mudah dan murah
Bahagia itu harusnya bukan tuntutan ataupun pencapaian mati-matian

Bahagia itu "sederhana" "cukup" dan "nikmat"
Sederhana dan cukup menurut siapa?
Definisikanlah hidupmu oleh diri sendiri, bukan karena asumsi dan pandangan orang lain. 

Terima saja adanya, lalui dan nikmati apa yang membuatmu ingin lagi dan lagi melakukannya

Kau tak butuh uang banyak jika ingin beli baju baru.
Cukup pilih baju yang kau suka, bukan yang orang suka.
Kau bisa beri dan terima cinta jika kau yakin pada cinta yang kau pertaruhkan 

Dan tentu kau harus percaya diri agar harimu penuh segudang prestasi. 

Jadikan dirimu dan bahagiamu adalah tentangmu bukan tentang orang lain dan bukan tentang tuntutan ataupun pencapaian.
Biarkan kita lakukan peran masing-masing, aku bahagiakan diriku kamu bahagiakan dirimu.
Biarkan kita bermain dengan waktu menikmati proses sembari menunggu jemputan bahagia.  

Kita tak perlu menyakiti, cukup bertatap dan sunggingkan sedikit bibir. Ingat, rata kiri kanan!

Aku, diriku, dan bahagiaku.  

Tulisan anehku adalah halte menunggu bahagiaku. 




Comments

Post a Comment